BERITA HARI INI , KABAR BERITA TERBARU TERKINI INDONESIA- Liputan6indonesia.blogspot.com

Liputan6indonesia.blogspot.com Situs Berita Hari Ini Indonesia Menyajikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Seputar Berita Peristiwa, Politik, Bola Hingga Gosip Artis.

SELAMAT DATANG DI LIPUTAN 6 INDONESIA YANG MENYEDIAKAN KABAR BERITA TERKINI TERBARU AKTUAL DAN TERCEPAT

7 November 2018

Surya Paloh terima gelar pemimpin berani dari raja-raja Maluku


PERISTIWA Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dianugerahi gelar kehormatan adat 'Mua Jaiyo Yang Emalopi Tulae Emakanan, Tae Horoillo Nae Mua lepunnyo Heiye' oleh Majelis Latupati Maluku selaku lembaga adat yang mewadahi berhimpunnya raja-raja representasi masyarakat adat Maluku. Gelar itu berarti gelar kehormatan bagi pemimpin pemberani yang membawa perubahan kepada masyarakat.

Penganugerahan tersebut diberikan dalam acara apel siaga pemenangan dan orientasi Caleg NasDem se-Maluku yang berlangsung di Gedung Siwalima, Karang Panjang Kota Ambon, Maluku, Selasa (6/11). Pemberian gelar kehormatan adat ini dibacakan Sekretaris Majelis Latupatu Maluku Decky Tanasale.
Kemudian Raja Negeri Tananahu Kabupaten Maluku Tengah, Ny Julia Awayakuane disaksikan Majelis Latupati Maluku memakaikan kain syal dan topi sebagai simbol adat kepada Surya Paloh.
Paloh mengaku gelar yang diberikan tersebut merupakan sebuah kehormatan bagi dirinya selama memimpin NasDem. "Sungguhlah sekali lagi ini merupakan kehormatan. Ini tugas dan kewajiban bagi saya untuk menjaga kehormatan yang diberikan ini," tuturnya.
Di hadapan para kader dan 339 caleg NasDem yang hadir, Paloh juga menjelaskan partai besutannya itu hadir untuk mengubah persepsi masyarakat tentang parpol. Parpol Menurut Paloh saat ini masih dipandang negatif hanya sebagai institusi pengejar kekuasaan.
"Padahal dalam sistem demokrasi yang kita miliki, keberadaan institusi parpol adalah suatu hal yang fundamental dalam pilar demokrasi," katanya.
Mengingat pentingnya peran parpol bagi demokrasi, untuk itu Paloh berpesan agar para kader NasDem bisa mengutamakan moralitas dan profesionalitas. Ketika parpol tidak mendapatkan respon pemahaman keyakinan dari masyarakat maka itu adalah ancaman bagi demokrasi yang sesungguhnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.