PERISTIWA - Poster Presiden Joko Widodo yang mengenakan mahkota bagai seorang raja terpasang di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Bahkan di Jakarta juga muncul poster mirip.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPC PDIP Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menilai pemasangan alat peraga kampanye tersebut sebagai pelecehan terhadap kepala negara. Menurut dia, Indonesia merupakan negara republik, selain sebagai kepala negara, presiden sekaligus sebagai kepala pemerintahan.
"Itu sebuah pelecehan kepada kepala negara. Indonesia itu negara republik bukan kerajaan. Tidak boleh kayak gitu, kalau mau pasang gambar," ujar Rudy, sapaan akrab Wali kota, Rabu (14/11).
Rudy mengatakan, gambar Presiden Jokowi berkostum mirip raja tersebut juga ditemukan di Solo. Namun, setelah menerima instruksi dari DPD PDIP Jawa Tengah dan DPP semua APK bergambar Presiden Jokowi yang mengenakan mahkota tersebut telah dilepas.
"Memang gambar seperti itu sempat ditemukan di Solo, tapi langsung dilepas," jelasnya.
Lebih lanjut Rudy menyampaikan, untuk pemasangan APK peserta Pemilu sudah difasilitasi oleh KPU. Sehingga poster dan spanduk yang dipasang oleh partai harus sesuai dengan aturan tersebut.
"Tidak mungkin PDIP memasang gambar yang tidak sesuai aturan," tandasnya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.