BERITA HARI INI , KABAR BERITA TERBARU TERKINI INDONESIA- Liputan6indonesia.blogspot.com

Liputan6indonesia.blogspot.com Situs Berita Hari Ini Indonesia Menyajikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Seputar Berita Peristiwa, Politik, Bola Hingga Gosip Artis.

SELAMAT DATANG DI LIPUTAN 6 INDONESIA YANG MENYEDIAKAN KABAR BERITA TERKINI TERBARU AKTUAL DAN TERCEPAT

24 November 2018


PERISTIWA - Lembaga swadaya Greenpeace menyatakan, sampah plastik menjadi ancaman nyata bagi satwa, penemuan sampah plastik sebanyak 5,9 Kg dalam perut bangkai paus sperma yang terdampar di Pulau Kapota, Wakatobi, Sulawesi Tenggara pada beberapa waktu lalu telah mempertegas ancaman tersebut.

Penemuan sampah plastik di dalam perut paus sperma menambah deretan panjang peristiwa hadirnya sampah plastik di tempat yang tidak seharusnya. Diperkirakan 94 persen plastik yang masuk ke lautan akan berakhir di dasar laut," kata juru kampanye Urban Greenpeace Indonesia, Muharram Atha Rasyadi melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (23/11).
Dia menyatakan, solusi utama untuk mengurangi invasi sampah plastik di lingkungan termasuk lautan adalah dengan mengurangi produksi dan penggunaan plastik sekali pakai secara signifikan.
Greenpeace meminta semua sektor perlu menanggapi permasalahan ini dengan serius dan mengambil peran dalam penyelesaiannya.
Inisiatif pihak swasta seperti perusahaan produsen barang kebutuhan sehari-hari (fast moving consumer goods) harus lebih dari sekadar melakukan daur ulang.
"Perlu diingat bahwa tingkat daur ulang pun masih rendah sekali, hanya sembilan persen secara global," ujar Muharram.
Selain itu, pemerintah perlu membuat regulasi yang fokus pada pengurangan (reduksi) dan menunjangnya dengan meningkatkan kualitas sistem pengelolaan sampah secara nasional. Masyarakat juga harus lebih sadar akan permasalahan dan ancaman yang nyata ini. "Bila tidak bertindak sesegera mungkin, akan semakin banyak kehidupan satwa yang terancam oleh keberadaan sampah plastik," tandas Muharram.

PERISTIWA - Fitriani, tak sanggup menahan emosi saat melihat perampok dan pembunuh suaminya, Sofyan. Sofyan merupakan driver Grabcar yang tewas saat mengantar para pelaku.

Fitriani datang ke Polda Sumsel bersama ayah mertuanya, Kiagus H Abdul Roni, Jumat (23/11). Saat itu digelar rilis ekspos kasus yang menjadi atensi khusus kepolisian setempat.
Polda Sumsel menghadirkan dua dari tiga tersangka, yakni Acundra (21) dan Franata Ariwibowo (16). Sontak Fitriani mendekati keduanya dan mencaci maki keduanya.
"Kejam sekali kalian. Tidak pantas kamu hidup, tidak punya hati kamu," kata Fitriani.
Sambil menangis, Fitriani menunjuk wajah kedua tersangka. Dia mengingat nasib keempat anaknya ke depan setelah ditinggal mati bapaknya dengan cara tragis.
"Anak saya empat, tahu tidak kamu? Pokoknya nyawa harus dibalas nyawa, saya minta kamu dihukum mati," kata Fitriani penuh emosi.
Kemarahan juga terlihat dari ayah Sofyan, Kiagus H Abdul Roni. Dia sempat ditenangkan anggota karena tak sanggup menahan emosi terhadap pembunuh anaknya.
"Pokoknya kami minta hukum mati, karena mereka ini kejam telah menghilangkan nyawa anak saya," ungkap Kiagus.
Dalam kasus ini, Polda Sumsel mengamankan tiga tersangka, yakni Ridwan (45), Franata Ariwibowo (16) dan Acundra (21). Polisi masih memburu otak pelaku bernama Akbar.
Diberitakan sebelumnya, mayat korban ditemukan di areal perkebunan sawit di Desa Muara Lakitan dan Kanan Dapun, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumsel, Selasa (13/11).
Dia dilaporkan hilang oleh istrinya ke Polda Sumsel, Selasa (30/10). Keberadaan korban tak diketahui lagi usai mengantar orderan dari kawasan KM5 menuju KFC Simpang Bandara Palembang sehari sebelumnya.
Dari hasil penyelidikan polisi, korban ditumpangi empat orang yang menggunakan akun seorang perempuan yang tidak dikenal para pelaku. Dalam perjalanan, korban dicekik dan dihujani pukulan hingga tewas. Dia dan mobilnya dibawa kawanan pelaku ke arah Musi Rawas Utara.

21 November 2018


PERISTIWA - Vivi Suhartini (46), Ibu dua anak meninggal dunia saat menyenandungkan selawat dalam rangka memperingati Hari Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Dahrul Ghufron Sagulung, Batam, Selasa (20/11).

Kapolsek Sagulung AKP Dwi Hatmoko mengatakan, Vivi Suhartini (46) meninggal saat mengikuti lomba memperingati Maulud Nabi Muhammad (1440H).
"Diduga karena sakit tapi akan kami dalami setelah keluarga selesai keadaan berduka, kami juga sudah melayat dan ikut dalam pemakaman," Katanya saat dihubungi, Rabu (21/11).
Dia mengungkapkan, pihaknya masih belum mengetahui penyakit yang diderita Vivi. Untuk itu, pihak kepolisian masih akan melakukan pendalaman atas meninggalnya pelantun kasidah dalam Maulud Nabi itu.
Kronologi atas keterangan warga, Vivi terlihat linglung dan pingsan saat menyenandungkan selawat di Masjid Darul Gufron, Batuaji, Batam. Dia akhirnya meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah.

PERISTIWA - Agustinus Wunblolong, mahasiswa fakultas hukum pada sebuah universitas di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, hanya bisa tertunduk setelah diamankan pihak kepolisian sektor Kelapa Lima dan tim buser Polsek Adonara Timur, Selasa (20/11).

Mahasiswa semester tiga ini dibekuk aparat terkait kasus pencurian lima unit sepeda motor dari dalam area kampus. Ia dibekuk di kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, ketika sedang melakukan transaksi dua unit sepeda motor jenis Vixion, dengan harga Rp 7,5 juta per unit.
Kanit Reskrim Polsek Kelapa Lima, Ipda Stef Siga mengatakan, modus operandi yang dipakai pelaku masuk ke dalam parkiran motor kampus Undana, maupun Unkris lalu mencabut salah satu kabel motor yang sudah ditarget.
"Terkait kasus-kasus pencurian di area kampus, kalau yang bersangkutan wilayah aksinya di area kampus. Kemudian kita melakukan pengembangan kelanjutan dari pengakuan dari tersangka bahwa, motor yang dicuri dua unit lagi dan dua unit tersebut motor Vixion," kata Stef.
Menurutnya, pelaku langsung mengantarkan ke pulau hasil curiannya untuk dijual. "Nah yang bersangkutan beraksi satunya di kampus Undana dan satunya di Unkris, dari pengakuan tersangka motor tersebut yang bersangkutan jual ke kampung halamannya, di Adonara Timur, dengan harga Rp 7,5 tujuh juta per unit," ujar dia.
Walau demikian, Agustinus tetap beralasan orang tuannya sering terlambat mengirim uang perkuliahan, maupun biaya sewa kontrakan. Sehingga membuatnya nekat melakukan aksi pencurian di area kampus.
"Matik saya bongkar kontaknya, kalau Vixion saya cabut kabelnya, saya tahu karena tamatan teknik dan sendiri melakukan aksi pencurian. Orang tua kirim uang terlambat jadi saya curi, yang saya curi itu Vixion tiga dan beat dua unit, semuanya di kampus. Kampus Unkris tiga unit dan Undana dua unit," kata Agustinus dengan terus menundukkan kepala.
Akibat perbuatannya, kini Agustinus terancam dikeluarkan dari kampus, karena harus menjalani hukuman yang dijeratkan kepadanya yakni, pasal 362 KUHP dengan penjara minimal 5 tahun.

PERISTIWA - Seorang pria Warga Negara Asing (WNA) asal Australia bernama Liam Connor Leppin (21), harus berurusan dengan pihak kepolisian Polsek Kuta, karena melakukan pencurian.

Dari informasi yang diperoleh, terungkapnya kasus pencurian tersebut bermula ketika salah satu karyawan vila bernama Kadek Nurawan tengah bersih-bersih, pada Sabtu (10/11) pagi.
Selanjutnya, saksi terkejut karena safety box di house keeping yang berisi sebuah handphone merek Samsung, sebuah iPad Apple, sebuah power bank, dan anting emas telah hilang. Kemudian, saksi mengabarkan peristiwa tersebut kepada temannya bernama I Wayan Jayendra (39).
Kedua karyawan vila ini tambah panik karena setelah dilakukan pengecekan, satu set speaker aktif milik vila juga turut lenyap. Managemen vila yang mengetahui barang-barangnya telah hilang kemudian melapor ke Mapolsek Kuta.
Tim Opsnal yang dipimpin Panit Buser Reskrim Polsek Kuta Iptu Budi Artama langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari hasil rekaman kamera pengawas, terlihat jelas bahwa pelaku pencurian merupakan warga negara asing yang menginap di room 47.
Esok harinya, Minggu (11/11) sekitar pukul 11.00 WITA, pelaku dibekuk petugas kepolisian. "Selain menangkap pelaku, kita juga mengamankan barang yang dicuri seperti iPad Apple dan speaker aktif," kata Kapolsek Kuta AKP Teuku Ricki Fadlianshah saat dikonfirmasi terkait penangkapan wisatawan asing, Selasa (20/11).
Rupanya, turis asal Melbourne Australia ini nekat melakukan pencurian barang-barang di vila karena kehabisan uang saat tengah berlibur ke Bali. Hal tersebut dikatakan pelaku saat diperiksa penyidik Polsek Kuta.
"Dari keterangannya seperti itu, dia kehabisan uang saat liburan sehingga nekat mencuri. Tersangka sendiri mengaku sudah satu minggu lebih berada di Bali untuk liburan," jelas Kapolsek Teuku Ricki.
Karena perbuatannya, pelaku ini dijerat Pasal 362 tentang pencurian dan terancam hukuman 5 tahun penjara.

PERISTIWA - Riska Amelia (23), ditemukan bersimbah darah di kamar 222 Hotel Asia di Jalan Pengayoman, Makassar, Selasa (20/11). Wanita muda itu kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Grestelina karena luka di punggungnya tersebut.

Luka itu diduga disebabkan tusukan badik dilakukan teman pria dikenalnya lewatFacebook. Pelaku berinisial Ar, sedang diburu kepolisian.
Perwira Unit 2 Reskrim Polsek Panakkukang, Ipda Roberth Hariyanto Siga yang ditemui di RS Grestelina menjelaskan, ada delapan tusukan punggung korban. Namun kemungkinan tusukan itu tidak begitu dalam sehingga korban yang kini di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) sudah bisa dimintai keterangan meski belum begitu lengkap.
Roberth mengatakan, informasi sementara yang diperoleh adalah korban tidak bersedia memberi uang ke pelaku yang dikenalnya dari massenger facebook sehingga memincu tindakan pelaku melukai korban. Di TKP kamar hotel itu, ditemukan sebilah badik dan saset plastik yang diduga ada residu narkobanya.
"Dari sedikit keterangan korban dan petunjuk CCTV, diketahui identitas pelaku berinisial Ar. Tim kami dari Polsek Panakkukang didukung tim khusus Polda Sulsel sementara masih lakukan pengejaran," kata Roberth seraya menambahkan, pihaknya masih mendalami apa motif pelaku meski keterangan korban menyebut, pelaku sempat minta uang tapi tidak diberi.
Termasuk yang akan diselidiki, imbuh Roberth, apakah kejadian yang dialami korban itu ada kaitannya dengan menginapnya dia di kamar hotel itu kurang lebih sebulan lamanya.

PERISTIWA - Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengagumi pencapaian empat tahun Fraksi Nasdem di DPR. Bamsoet menilai sepak terjang Fraksi NasDem tak kalah hebat dengan fraksi-fraksi lain yang lebih dahulu menghuni DPR.

Usia boleh muda tapi kualitas dapat diandalkan. Bahkan dalam beberapa hal, anggota Fraksi Partai NasDem DPR RI terlihat lebih menonjol dan lebih berbobot," ujar Bamsoet, saat memberikan sambutan dalam perayaan HUT ke-4 Fraksi Partai NasDem DPR, di Jakarta, Selasa (20/11) malam.
Politisi Partai Golkar ini memandang keunggulan anggota Fraksi Partai NasDem tak terlepas dari bimbingan dan arahan Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh.
Dia mengatakan, jangankan kepada kader-kader NasDem, kepadanya sebagai yunior dan orang yang pernah dibesarkannya, Surya Paloh selalu memberikan nasihat dan masukan mengenai berbagai masalah kepemimpinan dan kebangsaan.
"Bang Surya Paloh juga menginisiasi Akademi Bela Negara Partai NasDem. Akademi yang mendidik mahasiswanya dengan ilmu bela negara, patriotisme, nasionalisme dan kepartaian ini patut ditiru dan terus dikembangkan. Karena pendidikan adalah garda terdepan mencerdaskan bangsa, dan membentuk budi pekerti luhur," ujar Bamsoet.
Dalam kesempatan yang sama, mantan Ketua Komisi III DPR ini menilai, dalam perjalanannya selama empat tahun, tentu banyak pengalaman dan pelajaran yang diterima oleh Fraksi Partai NasDem DPR. Ke depan masih banyak tugas kedewanan dan kebangsaan yang perlu mendapat perhatian bersama.
"Alhamdulilah, selama saya menjadi Ketua DPR, berbagai hambatan yang terjadi di DPR RI dalam hal pembahasan RUU dapat diatasi. Sehingga RUU yang bertahun-tahun tidak selesai dapat dirampungkan dengan segera, seperti RUU Terorisme. Ini semua juga berkat kesolidan dari Fraksi Nasdem di DPR RI," kata Bamsoet.
Legislator Dapil Jawa Tengah VII yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen ini mengingatkan, ada satu lagi pekerjaan rumah yang mesti segera ditunaikan sebelum masa bakti DPR periode 2014-2019 berakhir, yakni penyelesaian RUU KUHP.
"Mari satukan tekad, jadikan penyelesaian RUU KUHP yang tentu saja setelah semua lembaga yang memiliki kekhususan seperti KPK, BNN dan BNPT juga telah menyepakatinya untuk menjadikan RUU KUHP kado terindah dalam peringatan 74 tahun kemerdekaan Indonesia," pungkas Bamsoet.



PERISTIWA - Dewan Penasehat Muhammadiyah, Amien Rais menyebut ekonomi Indonesia saat ini dikuasai 'Dajjal'. Perekonomian di Tanah Air sudah tidak memiliki kedaulatan karena dikuasai asing.

Ada Dajjal ekonomi di Indonesia," kata Amien Rais saat hadir di Tablik Akbar Milad Muhammadiyah ke 106 bertema: Ta'awun untuk Negeri yang digelar di Islamic Center Surabaya, Jawa Timur, Selasa (20/11).
Menurutnya, ada tiga mega proyek yang menghina bangsa Indonesia. Dia mengatakan, karena dikerjakan dengan pertimbangan yang tidak masuk akal, sehingga proyek itu mangkrak.
Tiga mega proyek itu, lanjutnya, yang pertama adalah reklamasi Teluk Jakarta yang menelan biaya Rp 300 triliun dan modal utamanya dikucurkan dari China.
"Ada penjajah ekonomi dari luar negeri yang akan membangun 17 pulau palsu. Izinnya belum jelas tapi digasak tanpa apapun, dan sekarang mangkrak. Padahal Indonesia ini mempunyai ribuan pulau," ungkapnya.
Amien mengatakan, yang kedua adalah mega proyek Meikarta. "Investor utamanya juga cukong, biaya pembangunannya Rp 280 triliun dan izin dari Pemda Jabar Maksimal 50 hektar, tapi mereka meminta 11 kalinya."
Akibat pembangunan Meikarta, kata Amien, lahan hijau menjadi banyak yang rusak karena alat berat. "Ironisnya, proyek tersebut mangkrak karena belum ada izinnya," tegasnya lagi.
Kemudian proyek yang ketiga adalah Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, yang saat ini dikerjakan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). "Ini namanya 'kereta api cebong', atau kereta api cepat bohong-bohongan. Izin belum selesai tanah sudah banyak yang dibebaskan tapi sekarang macet," kata Amien.


PERISTIWA - Polisi terus mendalami kasus penyerangan pos polisi (pospol) di Lamongan. Selain melakukan penggeledahan di rumah dua tersangka, polisi juga menelusuri rekam jejak keduanya.

Polisi pun memfokuskan penyelidikan pada rekam jejak tersangka Eko Ristanto alias ER. Mantan Bintara di Resor Sidoarjo, itu menembak guru ngaji Riyadhus Solihin pada 28 Oktober 2011 dan divonis pada 2012 silam.
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, saat menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan (LP), ER, disinyalir telah melakukan komunikasi dengan kelompok-kelompok radikal. Namun, ia tak menyebutkan di LP mana dan kelompok radikal siapa yang telah berkomunikasi dengan tersangka ER.
"Tersangka inisial ER ini pada saat di LP selalu berkomunikasi dengan beberapa kelompok. Ini yang sedang didalami," kata Luki di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Selasa (20/11).
Selain mendalami rekam jejak saat mendekam di LP, pihaknya juga berupaya menguak motif tersangka melakukan penyerangan. Apalagi, tersangka adalah pecatan polisi.
"Banyak sekali laporan dari masyarakat tentang tersangka. Yang jelas kita dalami juga motifnya apa karena sakit hati atau karena lainnya," tegasnya.
Polisi sendiri telah melakukan penggeledahan di rumah tersangka. Dari penggeledahan tersebut, ditemukan sejumlah buku yang berhubungan dengan kelompok-kelompok radikal.
Sebelumnya, Selasa (20/11) dini hari, ER dan MSA, melakukan penyerangan di pos polisi di dekat Wisata Bahari Lamongan (WBL), hingga mengakibatkan kaca pos polisi itu pecah.
Bripka AA yang saat itu sedang berdinas mengejar pelaku. Sampai di Pasar Blimbing, Kecamatan Paciran, pelaku ER justru menghadang Bripka AA.
Pelaku ER menembakan kelereng dengan ketapel dan mengenai mata kanan Bripka AA. Meski terluka, Bripka AA terus mengejar dan menabrakkan motornya ke motor pelaku sehingga terjatuh. Pelaku pun akhirnya dapat ditangkap dan kini dalam penanganan Densus 88 Antiteror. 

PERISTIWA - Terpidana kasus ITE, Baiq Nuril Maknun menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan kepedulian dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas kasus yang menimpanya.

Saya menyampaikan rasa terimakasih pada Presiden yang sudah mendukung saya untuk mencari keadilan," kata Nuril di Mataram, Selasa. Seperti dilansir Antara.
Didampingi kuasa hukumnya, Joko Dumadi dan Hendro Purba, Baiq Nuril menyampaikan itu dalam jumpa pers di gedung Fakultas Hukum Universitas Mataram (Unram). Hadir bersama Nuril, Anggota DPR RI dari PDIP, Rieke Diah Pitaloka.
Nuril mengatakan, berita tentang penundaan eksekusinya yang dikeluarkan Kejaksaan Agung, merupakan bentuk dukungan moril dari pemerintah dan banyak masyarakat Indonesia.
"Saya tidak bayangkan, tanpa dukungan semua pihak, pasti saya akan sulit mendapatkan keadilan yang sebenarnya," ucapnya.
Kuasa Hukum Nuril, Hendro Purba mengatakan, penundaan eksekusi Nuril sudah diketahui dari berita di media massa. Untuk memastikan itu, pihaknya akan datang ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram pada Rabu (21/11).
"Soal penundaan eksekusi kan kita baru lihat dan dengar dari berita. Besok (Rabu) kita akan ke Kejari Mataram untuk memastikan," katanya.
Kedatangan ke Kejari Mataram juga dalam rangka memenuhi surat panggilan untuk Nuril yang sebelumnya dilayangkan oleh Kejari Mataram.
"Besok kita minta ada surat tertulis dari Kejari Mataram untuk penundaan eksekusi ini, agar ada kekuatan hukum yang dipegang Nuril," katanya.
Untuk diketahui, eksekusi 6 bulan dan denda Rp500 juta untuk Nuril, ditunda hingga ada putusan Peninjauan Kembali (PK), sebagai upaya hukum luar biasa dari Nuril.
Namun, hingga saat ini tim kuasa hukum Nuril belum juga menerima salinan surat keputusan kasasi dari Mahkamah Agung. Menurut tim kuasa hukum Nuril Joko Dumadi, hal ini membuat tim kuasa hukum belum bisa menyusun permohonan PK.
"Salinan putusan kasasi MA itu merupakan dasar landasan kami membuat PK. Tapi kami belum terima, sehingga kami minta MA bisa segera juga mengirimkan salinan putusannya," kata Joko.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi berharap Mahkamah Agung (MA) bersikap adil dalam kasus mantan pegawai honorer di Sekolah Menengah Atas (SMA) 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Baiq Nuril.
Jokowi mengatakan, Baiq Nuril bisa mengajukan berkas peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA) atas putusan kasasi yang memperberat hukumannya.
"Kita berharap MA memberikan keputusan yang seadil-adilnya," kata Jokowi di Pasar Induk Sidoharjo, Lamongan, Jawa Timur, Senin (19/11).
Dia mengaku, menghormati proses hukum yang saat ini sedang berjalan. Dia pun tak bisa mengintervensi perkara yang menjerat Baiq tersebut. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini pun membuka ruang bagi Baiq untuk memberikan pengampunan, bila hasil putusan PK di MA tak memuaskan.